Selasa, 21 Januari 2020

Menuju Kemandirian Ummat


PENGARUH GERAKAN KOIN KEMANDIRIAN  NAHDLATUL ULAMA TERHADAP RESPON MASYARAKAT DI DESA BAKALAN-BULULAWANG

                     Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

         METPEN KUANTITATIF
              Dosen Pengampu : Siti Mutholingah, M.Pd.I


             Disusun oleh:
                  ALFIAN GOZI ZAMZAMI











             PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
       STAI “MA’HAD ALY AL-HIKAM
    Jl.Cengger Ayam No 25 Tlp/Fax 0341-4995375 Malang 65141
                           MALANG,DESEMBER  2019

BAB 1
A.PENDAHULUAN

Guna mewujudkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan  yang mampu mewarnai dan menjadi solusi bagi Nahdliyin dalam berbagai aspek kehidupan dan mewujudkan kemandirian sebagai organisasi terbesar. Maka Sebagian Besar Pengusrus NU mulai dari cabang sampai ranting sudah melaksanakan program Gerakan Koin Kemandirian NU yang pintu masuknya Adalah melalui gerbang Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Kita sebagai waga NU tentu tau bahwa NU adalah organisasi islam yang sangat besar dibandingkan dengan organisasi yang lain, bisa dibayangkan jumblah dari warga NU mencapai hamper separuh dari penduduk Indonesia ,hanya saja secara system organisasi masih terdapat banyak kendala,terutama kendala tentang terhambatnya sebuah program yang tidak bisa berjalan disebabkan masalah pengelolaan dana, berbagai proposal yang selama ini adalah bukti bahwa secara keuangan NU masih sangat lemah, sebagai perbandingan salah satu ormas selain NU adalah (LDII) Meskipun beranggotakan sedikit tetapi mampu untuk mengumpulkan dana dari anggota  yang kurang lebih saat ini (2018) sudah mencapai 14 triliyun rupiah,Sehingga kegiatan apapun  termasuk membangun kegiatan social ekonomi bisa berjalan tanpa harus kesulitan.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, maka timbullah beberapa permasalahan yaitu:
1. Apakah ada pengaruh gerakan KOIN Nahdlatul Ulama’ terhadap respon 
    masyarakat diDesa Bakalan-Bululawang?
C.    TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelitian Tentang “ Dampak / Respon  Masyarakat Terhadap Program Gerakan Koin Kemandirian Nahdlatul Ulama” adalah ;
1.Untuk mengukur seberapa peduli masyarakat terhadap jamiyahnya
2.Membangun kemadirian Nahdlatul Ulama’ dan untuk menunjang dalam
   program program yang dijaankan Oleh NU-CARE LAZISNU / UPZISNU
   Bakalan Khususnya
3. Mengetahui apakah Dengan nominal yang tidak besar setiap harinya kita
    bisa bershodaqoh sehingga dengan demikian apakah secara otomatis dapat  
    mengajarkan kepada pribadi warga NU untuk bisa beristiqomah dalam 
    bershodaqoh.
4.Mengetahui sampai dimana jalinan kebersamaan dan komunikasi antar
   warga NU dan juga antara anggota dengan pengurus Nahdlatul Ulama’[1]


D.    HIPOTESIS
Berdasarkan hipotesis rumusan masalah tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut ;
H0 ; ada pengaruh Manfaat Program KOIN kemandirian NU Terhadap pola berfikir 
        Masyarakat dalam bershadaqoh
H1 ; tidak ada pengaruh Manfaat Program KOIN kemandirian NU Terhadap pola
        berfikir  Masyarakat dalam bershadaqoh

E.MANFAAT PENELITIAN
1. Dapat mengukur kepedulian warga NU terhadap jamiyahnya
2.Dapat mengetahui giat dan bantuan sosial apa saja yang sudah di galakkan
   oleh Nahdlatul Ulama Melalui lembaganya yaitu LAZISNU
3.Memantau sampai mana pergerakan diBidang sosial NU dan lembaganya
    yang sudah diprogramkan didesa Bakalan

F.RUANG LINGKUP PENELITIAN
            Lokasi penelitian adalah Berada diDesa Bakalan yang berada diKecamatan Bululawang Kab.Malang Oleh pertimbangan sebagai berikut (a).Desa bakalan adalah sebagai pilot project percontohan dikecamatan Bululawang yang berhasil mengelola program KOIN kemandirian NU melalui LAZISNU-nya (b).termasuk desa yang Memiliki daerah yang besar dikecamatan bululawang dan penduduknya termasuk banyak dan terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.
G.DEFINISI OPERASIONAL
1. Respon  Masyarakat
            Respons adalah istilah yang digunakan oleh psikologi untuk menamakan reaksi terhadap rangsang yang diterima oleh panca indra. Respons biasanya diujudkan dalam bentuk perilaku yang dimunculkan setelah dilakukan perangsangan[2].Dalam hal ini yang kami tuju adalah apa respo dari masyarakat didesa bakalan setelah adanya program yang dicanangkan oleh ranting NU melalui LAZISNU
                          


2. Program Gerakan Koin Kemandirian Nahdlatul Ulama
            Program KOIN kemandirian NU ada dalam 4 bidang pentasyarufan yang sudah berjalan didesa bakalan selama setahun lebih , yaitu ;

a. NU Sosial             - Bantuan untuk kematian
                                  - Sembako Untuk Du’afa
                                  - Santunan Kesehatan
                                  - Santunan Yatim Piatu

b. NU Pendidikan  - Bantuan Untuk Langgar dan TPQ Bakalan Setiap Bulan

c. NU Da’wah           - Bantuan Untuk Pengajian Rutin
                                   - Bantuan Untuk Tahlil Akbar Triwulan Desa Bakalan

d. NU Ekonomi         -Shodaqoh sampah
                                    -Tanam Pohon Berbuah
- Bantuan Dana Untuk Usaha

                                                        


BAB II

KAJIAN TEORI

A.    KOIN Kemandirian Nahdlatul Ulama’

1.      Tinjauan Tentang Dampak
 Pengertian dampak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah benturan, pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbal balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi. (KBBI Online, 2010) Dampak secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat. Dalam setiap keputusan yang diambil oleh seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak juga bisa merupakan proses lanjutan dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal. Seorang pemimpin yang handal sudah selayaknya bisa memprediksi jenis dampak yang akan terjadi atas sebuah keputusan yang akan diambil. Dari penjabaran diatas maka kita dapat membagi dampak ke dalam dua pengertian yaitu;
Pengertian Dampak Positif Dampak adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan,  mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya. Sedangkan positif adalah pasti atau tegas dan nyata dari suatu pikiran terutama memperhatikan hal-hal yang baik. positif adalah suasana jiwa yang mengutamakan kegiatan kreatif dari pada kegiatan yang menjemukan, kegembiraan dari pada kesedihan, optimisme dari pada pesimisme. 7 Positif adalah keadaan jiwa seseorang yang dipertahankan melalui usaha-usaha yang sadar bila sesuatu terjadi pada dirinya supaya tidak membelokkan fokus mental seseorang pada yang negatif. Bagi orang yang berpikiran positif mengetahui bahwa dirinya sudah berpikir buruk maka ia akan segera memulihkan dirinya. Jadi dapat disimpulkan pengertian dampak positif adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya yang baik.
Pengertian Dampak Negatif Dalam kamus besar Bahasa Indonesia dampak negatif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat negatif. Dampak adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya. berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan bahwa negatif adalah pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya. Jadi dapat disimpulkan pengertian dampak negatif adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain, dengan tujuan agar mereka mengikuti atau mendukung keinginannya yang buruk dan menimbulkan akibat tertentu.[3]
2.Program Koin Kemandirian
Program rancangan mengenai asas serta usaha (dalam ketatanegaraan, perekonomian, dan sebagainya)[4]lebih tepatnya program yang dijalankan adalah program tentang kemdirian ekonomi NU untuk Ummat, seperti tadi diatas yaitu ;
a. NU Sosial           
(1).Bantuan untuk kematian
Giat pentasyarufan ini adalah setiap ada kematian ada tim yang langsung meluncur untuk memberikan santunan dan bahan makanan pokok dan tim juga ada giat mendo’akan arwah secara bersama-sama (Tahlilan).
(2).Sembako Untuk Du’afa
            Giat pentasyarufan ini diadakan berbarengan dengan giat fundrising atau perekapan KOINNU diadakan setiap satu bulan sekali.
(3).Santunan Kesehatan
            Giat pentasyarufan kali iniditujukan kepada warga khusunya yang tidak mampu guna mendapat uang bantuan diprioritaskan untuk warga yang tidak terjangkau oleh BPJS atau KIS.
(4).Santunan Yatim Piatu
            Kita juga bekerja sama dengan banom-banom NU sperti IPNU-IPPNU yang mana dalam hal ini kita bekerja sama dalam hal santunan yatim piatu yaitu agenda rutin satu tahun sekali IPNU-IPPNU pada saat bulan muharrom.

b. NU Pendidikan 
Bantuan Untuk Langgar dan TPQ Bakalan Setiap Bulan
Bantuan untuk langgar/mushollah dan TPQ (Taman Pendidikan Al-qur’an) setiap bulan di berikan dana  untuk Operasional Langgar dan TPQ, karna tanpa sadar atau tidak guru-guru diTPQ adalah Ujung tombak Jamiyah Nahdlatul Ulama’dan bantuan ini kita berikan saat pengajian rutinan yang diadakan masjid didesa bakalan.
c. NU Da’wah          
(1).Bantuan Untuk Pengajian Rutin Jum’at Wage malem sabtu kliwon
            Support juga untuk pengajian rutinan yang diadakan keliling musholla didesa bakalan yang diadakan masjid Al-muhajirin bakalan yang mana untuk hal ini NU Dakwah digunakan untuk pembiayaan dll.
(2).Bantuan Untuk Tahlil Akbar Triwulan Desa Bakalan
            Ini adalah giat Ranting NU desa bakalan yang bekerja sama dengan pemerintah desa bakalan  diadakan setiap tiga bulan sekali dimana kegiatanya biasanya siang ada bazar,pengobatan gratis dll
d.NU Ekonomi       

(1).Shodaqoh sampah
Ini adalah program yang di adopsi dari Bank sampah pembedanya adalah bank sampah keuntungan akan dikembalikan kepada orang yang setor sampah berupa bahan makanan pokok dll, tapi kalau shodaqoh sampah keuntungan itu bukan dikembalikan kepada orang yang menyetorkan sampah melainkan disetorkan atau bahan makanan pokok tadi diberikan kepada fakir miskin yang berada didesa.


(2).Tanam Pohon Berbuah
 

Durian


Alpukat



1 Pohon menghasilkan 150Kg/tahun
dg Hrg/Kg 25rb, perpohon dpt 3.75jt/tahun
dg 200 pohon, dpt 750jt/tahun
dibagi 50 jamaah, masing2 dpt 4 pohon


1 Pohon menghasilkan 150Kg/tahun
dg Hrg 20rb, perpohon dapat 3jt/tahun
dg 200 pohon, 600jt/tahun
200 pohon dibagi ke 30 jamaah, masing2 dpt 6-7 pohon

Program tanam pohon berbuah ini juga salah satu dari program untuk NU Ekonomi yang mana diberikan pohon kepada jamaah lalu ditanam dimasing-masing lahan yang kosong atau bisa juga disamping rumah atau pekarangan. dalam hal ini saat panen raya keuntungan juga akan Ditasyarufkan Kembali untuk kepentingan ummat.
(3). Bantuan Dana Untuk Usaha
            Pentasyarufan untuk bantuan usaha warga fakir miskin dalam program ini diberikan bantuan berupa modal usaha yang harapanya modal usaha tersebut dipergunakan dengan semstinya bisa juga dirupa kan dalam bentuk pelatihan kerja atau binaan lainya yang sekiranya dapat menopang perekonomian warga tidak mampu didesa.

B.Respon Masyarakat
            Pada awal-awal pergerakanya banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi mulai dari ketidak minatan dari sebagian warga untuk diterapkanya program tersebut sampai penolakan terang-terangan dari sebagian warga NU sendiri,makin kesini penolakan-penolakan tesebut makin redup mereka terbawa arus pentasyarufan yang begitu luar biasah sehingga sebagian warga yang awalnya menolak malah berbalik mendukung.
            “Program KOIN Kemandirian NU begitu bermanfaat bagi warga masyarakat karena dengan adanya KOIN NU masyarakat mempunyai wadah  dalam menyalurkan shodaqoh uang receh yang mungkin selama ini tidak begitu bernilai bagi sebagian orang menjadi sangat bermanfaat” Ucap Mas Warisin salah satu warga Bakalan,respon masyarakat sangat baik sekali dengan adanya program tersebut terbukti dengan bertambahnya perolehan tiap bulan yang biasanya direkap perRT oleh Tim dari LAZISNU.


BAB III

A.RANCANGAN PENELITIAN
            Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis Asosiatif Proses sosial asosiatif adalah proses yang terjadi pada bentuk interaksi sosial dan mengarah pada persatuan, kesatuan, dan dapat meningkatkan solidanitas sosial antar individu atau kelompok. Yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat.[5]

B.VARIABEL PENELITIAN
1. Variabel Bebas  : program gerakan KOIN NU yang sudah diLakukan
2. Variabel Terikat : Respon Dari masyarakat tentang program tersebut

C.Populasi dan sampel
1.Populasi
Seluruh  warga NU Desa Bakalan 6296 jiwa
2.Sampel
a. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan…
b. Jumlah sample
n =      N
         1+N(e)2
   =       6296
      1+6296(0,1) 2
   =       6296
      1+6296(0,01)
=          6296
        1+629,6
=          6296               = 9,98
630,6

D.Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner
E.Instrumen Penelitian
            Instrument penelitian ini menggunakan angket dengan pilihan jawaban tertutup








F.Uji Faliditas
1.Rumus validitas[6]
2.Rumus Rebilitas
Dimana : r = rebilitas

G.Analisis data
            Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus deviasi ;[7]

            Dimana : rxy = korelasi antara x dan y

           
                                                                                                        

                                                                                     
                       











Daftar Pustaka

Ahmad fardan, Panduan KOINNU (Malang : UPZISNU, 2018),hlm; 5


 Amir,” Dampak Negatif “ Makalah (http://digilib.unila.ac.id/268/10/BAB%20II.pdf ) 19.12.2019 (11.20)

https://kbbi.web.id/program 19.12.2019 (12.24)

(Sugiyono, 2011:228)

Ariyana,” Teknik korelasi product moment” artikel https://www.slideshare.net/mobile/ariyana96/teknik-korelasi-product-moment 09 Januari 2020 21.46






[1]Ahmad fardan dkk ,Panduan KOINNU (Malang : UPZISNU, 2018),hlm 5
[3] Amir,” Dampak Negatif “ Makalah (http://digilib.unila.ac.id/268/10/BAB%20II.pdf ) 19.12.2019 (11.20)
[4] https://kbbi.web.id/program 19.12.2019 (12.24)
[5] Dosen sosiologi,”asosiatif dan disisoatif”,artikel http://dosensosiologi.com/asosiatif-disosiatif-pengertian-dan-bentuknya-lengkap/ 07/01/2020 11.40
[6] (Sugiyono, 2011:228)

[7] Ariyana,” Teknik korelasi product moment” artikel https://www.slideshare.net/mobile/ariyana96/teknik-korelasi-product-moment 09 Januari 2020 21.46




SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 komentar: